Apple dan Samsung Jadi Jawara Segmen Flagship, Xiaomi Paling Bontot

JawaPos.com – Lembaga riset Counterpoint baru saja membeberkan data teranyarnya soal pengiriman smartphone ke seluruh dunia sepanjang Juli, Agustus, dan September (Q3) 2018 tahun lalu. Menariknya, meski pengiriman smartphone di kuartal ketiga 2018 dilaporkan menurun 5 persen, Counterpoint Research mencatat angka pada segmen ponsel mahal alias premium justru tumbuh pesat.

Berdasarkan informasi yang JawaPos.com kutip dari laman resminya, sepanjang Q3, penjualan ponsel pintar senilai di atas USD 400 atau lebih menyumbang 22 persen pasar global. Angka ini meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya. Dari kategori keseluruhan, Apple memimpin segmen smartphone premium global yang menangkap angka 47 persen pangsa pasar, diikuti oleh Samsung 22 persen, Huawei 12 persen, Vivo 5 persen, Oppo 5 persen, dan Xiaomi harus puas di urutan paling bontot hanya sebesar 3 persen saja.

Sementara jika dilihat berdasarkan harga, seperti dalam gambar, untuk segmen harga USD 400 hingga USD 600 atau setara dengan harga Rp 5 jutaan hingga Rp 6 jutaan, Samsung berhasil menikmati ‘kue’ paling besar dengan perolehan angka 25 persen. Berada di urutan selanjutnya ada Apple dengan perolehan 21 persen, Huawei 17 persen, Vivo 10 persen, Oppo 7 persen dan Xiaomi di urutan ke enam dengan hanya 6 persen saja.

Apple Samsung Jawara, Smartphone Flagship, market share smartphoneData pangsa pasar smartphone flagship berdasarkan harga. (Counterpoint)

Selain itu, meski tak masuk dalam daftar, di segmen USD 400 hingga USD 600, OnePlus tetap menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di segmen tersebut. Penjualan OnePlus didorong oleh besarnya permintaan di India, Tiongkok, dan Inggris. Di India, OnePlus terus memimpin segmen ponsel cerdas premium untuk quartercapturing berturut-turut kedua 30 persen dari pasar didorong oleh kinerja yang kuat dari perangkat OnePlus 6. Fakta menarik lainnya juga datang dari Huawei. Counterpoint menyebut Q3 adalah kali pertama di segmen premium, Huawei berhasil mencapai angka dua digit sebesar 12 persen (keseluruhan) untuk pertama kalinya.

Dalam segmen premium dengan rentang harga USD 400 hingga USD 600, Counterpoint menyebut bahwa area tersebut adalah adalah area ‘sweet spot’. Mengapa? Pasalnya, area tersebut dikatakan memberikan kontribusi sebesar 46 persen terhadap total segmen premium berdasarkan volume. Pertumbuhan segmen premium untuk Oppo, Vivo, dan Xiaomi didorong oleh kinerja mereka yang baik di pasar Tiongkok.

Sementara itu, untuk segmen premium kelompok harga USD 600 hingga USD 800 atau setara dengan harga Rp 8 jutaan hingga Rp 11 jutaan. Hanya dua vendor besar yang bisa duduk di posisi tersebut. Untuk range harga segitu, Apple dan Samsung berhasil mendominasi market share gabungan 82 persen yang terbagi atas Apple 61 persen dan Samsung 21 persen. Namun, hingga sampai pada harga paling tinggi yakni di atas USD 800, hanya Apple yang mampu mempertahankan popularitasnya di segmen tersebut dengan perolehan pangsa pasar sebesar 79 persen.

Editor      : Fadhil Al Birra
Reporter : (ryn/JPC)