Smartphone Lokal Digusur Vendor Tiongkok, Samsung Masih Jadi Penggawa

JawaPos.com – Lembaga riset International Data Corporation (IDC) Indonesia baru saja merilis laporan terbarunya mengenai pengiriman smartphone kuartal tiga 2018. Dalam laporan tersebut, IDC Indonesia menyebut bahwa smartphone lokal semakin tertekan akibat depresiasi mata uang dan kompetisi dengan vendor smartphone murah asal Tiongkok. Kendati vendor Tiongkok terbilang agresif, pemain lama asal Korea Selatan (Korsel) masih jadi penggawa.

Melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Kamis (13/12) malam, data IDC Indonesia mengungkap bahwa pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 8,6 juta unit pada kuartal tiga 2018. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 9 persen Quarter on Quarter (QoQ), namun bertumbuh 18 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau Year on Year (YoY).

Dalam data tersebut, IDC Indonesia juga menyebut bahwa terjadi kekhawatiran di kalangan pelaku industri terhadap dampak depresiasi mata uang lokal. Hal tersebut membuat merek smartphone lokal mengurangi pasokan persediaan untuk meminimalisasi risiko kehilangan profit akibat perlambatan penjualan. Laporan tersebut juga mengungkap bahwa pasar smartphone segmen ultra low-end dengan harga di bawah USD 100 atau setara dengan Rp 1,4 jutaan meningkat selama dua kuartal berturut-turut.

penjualan smartphone indonesia, market share smartphone indonesia,Data IDC Indonesia, market share smartphone di Indonesia kuartal III tahun 2018. (Istimewa)

Menurut IDC Indonesia, merek lokal di tengah tekanan dari berbagai faktor terus mengeksplorasi cara agar tetap dapat berkompetisi. Merek lokal dimaksud adalah Evercoss dan Advan. Evercoss lewat kerja samanya dengan operator telekomunikasi XL Axiata menghadirkan seri smartphone Xtream, sedangkan Advan lewat potongan harga khusus kepada para pelajar adalah bagian dari kampanye pemasaran agar dapat terus bertahan.

Terlihat pada gambar, dalam diagram Indonesia Top 5 Smartphone Companies di kuartal tiga 2018, seperti kami singgung di atas, Samsung masih menjadi penggawa atau pimpinan di puncak klasemen. Samsung masih memegang ‘kue’ sebesar 28 persen pangsa pasar smartphone Indonesia.

Berada di urutan kedua ada Xiaomi dengan 24 persen pangsa pasar; ketiga, Oppo dengan perolehan 19 persen pangsa pasar; disusul Vivo yang harus puas di posisi keempat dengan angka 11 persen. Sementara bertengger di urutan kelima ada brand lokal Advan dengan perolehan pangsa pasar 5 persen dan disusul merek gabungan lainnya sebesar 13 persen.

Terpisah, terkait dengan dominasi vendor asal Tiongkok, Client Device Analyst IDC Indonesia Risky Febrian dalam cuitannya di akun Twitter @IDCIndo menyebut bahwa vendor smartphone Tiongkok telah membuktikan eksistensinya. “Vendor Tiongkok telah membuktikan dirinya bisa menembus pasar di berbagai segmen harga dengan meraih sebanyak 56 persen pangsa pasar di kuartal tiga 2018,” katanya demikian.

Editor      : Fadhil Al Birra
Reporter : (ce1/ryn/JPC)